Hipni Sempatkan Diri Melayat ke Rumah Duka Korban Pembegalan

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Bakal calon bupati (Balonbup) Kabupaten Lampung Selatan H. Hipni, SE melayat kekediaman rumah duka korban pembegalan, warga Desa Pulautengah Kecamatan Palas, Senin 8 Juni 2020.

Mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu sempat dibuat kaget dengan adanya informasi yang beredar ditengah masyarakat setempat, bahwa ada biaya penebusan jenazah korban pembegalan itu, yang mencapai angka Rp10-15 juta.

Bacaan Lainnya

Hipni pun berinsiatif hendak membantu pihak keluarga korban pembegalan untuk uang tebusan jenazah.
“Tadi kita dengar sendiri dari warga, mereka berinisiatif untuk iuran dan di bantu pihak Desa untuk menebus jenazah sekitar 10-15 juta,” tutur Hipni, seperti rilis yang diterima beritakita.co.id

Setelah mencari tahu keberbagai pihak, Hipni pun akhirnya menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak ada pembiayaan sebesar itu, hanya saja kondisi jenazah sempat tidak mendapatkan mobil ambulan.
“Tadinya sempat tidak ada mobil ambulan untuk membawa jenazah ke rumah duka. Lalu saya coba telpon pihak kepolisian dan pihak RS Bob Bazar Kalianda, setelah disingkronkan ternyata tidak ada pembiayaan sampai belasan juta rupiah. Alhamdulilah sekarang sudah dapat mobil Ambulan Sariyanti Care, mobil pribadi warga Kecamatan Sidomulyo,” kata Hipni.

Hipni pun turut mengucapkan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban penembakan begal tersebut, serta mengaku perihatin atas informasi terkait adanya biaya penebusan jenazah.
“Kasian melihat orang tua korban, tinggal sendiri dan ibu korban tidak bisa melihat (buta_red). Keluarga tidak mampu tapi kok malah dikenakan biaya,” katanya.

Terkait dengan kabar adanya uang penebusan jenazah tersebut sempat dijelaskan oleh salah seorang warga. Soroto menjelaskan, saat jenazah korban masih berada di RSUD Bob Bazar Kalianda sempat tidak dapat dibawa pulang lantaran terkendala biaya.
“Harus nebus sekitar 15 juta mas. Warga disini sempat berinisiatif untuk iuran dan ditambah lagi dari bantuan pihak Desa. Tapi Alhamdulilah pak Hipni mau membantu untuk mengurus dan menebus semua biaya jenazah itu mas,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa warga lainnya, terkait adanya biaya penebusan jenazah.
“Ya mas, terhambat karena pembiyaan. Warga udah inisiatif buat iuran nebus jenazah korban. Alhamdulilah ada pak Hipni yang langsung menyelesaikannya,” ungkap sejumlah warga.

Untuk diketahui, Sutego (34) warga Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, meninggal dunia setelah ditembak oleh kawanan begal di areal persawahan, di desa setempat yang berbatasan dengan Lampung Timur, pada saat pulang dari mencari rumput pada, Minggu 7 Juni sekitar pukul 15.00 WIB, kemarin. (Rls)

About The Author

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *