Soal Mosi Tak Percaya TEC, PK Minta DPD I Golkar Lampung Tidak Diam

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Pernyataan mosi tidak percaya 11 Pimpinan Kecamatan (PK) terhadap Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Selatan Tony Eka Chandra (TEC) terus bergulir.

11 PK Golkar di Lampung Selatan itu mendesak pihak DPD Lampung untuk segera menindaklanjuti pernyataan mosi tidak percaya itu.
“Kami meminta Ketua DPD I Golkar Lampung dapat menindaklanjuti surat mosi tidak percaya kami. Kami tetap loyal terhadap Partai Golkar, namun mosi tidak percaya terhadap ketua DPD (II) Tony Eka Candra tetap harus diteruskan,” tegas Jauhari PK Golkar Katibung saat dihubungi wartawan, Senin 23 November 2020.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, mosi tidak percaya yang dilayangkan rekan-rekan PK bukan tanpa alasan. Itu merupakan bentuk kekecewaan yang dituangkan dalam pernyataan yang berisikan empat poin. Pernyataan tersebut murni dari pribadi dalam keadaan sadar tanpa adanya desakan dari pihak manapun.

Keempat poin itu diantaranya, Pertama, kami selaku pimpinan partai Golkar ditingkat Kecamatan tidak pernah diberdayakan. Kedua, kami selaku PK merasa tidak pernah dilantik untuk periode 2020-2024 atau selama kepemimpinan Tony Eka Candra. Ketiga, kami selama kepemimpinan saudara TEC dijanjikan insetif 1 bulan 1 juta dan itu dituangkan dalam rapat, namun pada kenyataanya tidak ada.

Terakhir atau poin Keempat, saudara Tony Eka Candra berjanji akan mengembalikan dana konsolidasi untuk membentuk Pimpinan Desa (PD), tapi ternyata sampai saat ini tidak ada realisasi.
“Janjinya dana talangan pembentukan PD dan itu akan segera diganti. Namun hingga kini, malah tidak jelas juntrungannya. Begitu pun dengan dana insentif Rp1 juta/bulan, beliau (TEC_red) sendiri yang berjanji dan menawarkan, bukan karena kami yang meminta. Hal itu disampaikan oleh TEC saat kami sedang kumpul di kantor DPD I Golkar Lampung,” beber Jauhari seraya diamini oleh ketua PK lainnya.

Dilain sisi, ketika disinggung apakah akan mengalihkan dukungan ke paslon lain, PK Katibung ini mengungkapkan bahwa berdasarkan kesepakatan rekan-rekan PK sampai saat ini belum menyatakan sikap untuk mendukung paslon lain di Pilkada Lamsel.
“Kami belum memberikan dukungan kepada siapapun terkait pilkada Lamsel, namun tidak menutup kemungkinan ke Himel (Hipni-Melin) karena pak Hipni merupakan Kader Golkar hanya beliau tidak mendapatkan rekom Golkar. Jika kami sudah menentukan sikap pasti kami deklarasi, yang pasti kami ambil sikap kami tidak percaya lagi dengan kepemimpinan TEC di DPD II Golkar,” jelasnya.

Dirinya pun mengungkapkan, soal pencalonan TEC dalam pilkada berujung beban PK terhadap massa binaan. Dirinya memilih untuk membangkang perintah Ketua DPD Partai Golkar Lamsel dari pada harus mendapatkan cemoohan masyarakat.
“Terakhir, saya diminta untuk mendampingi kampanye pak TEC di Katibung dengan jurkam pak Agus Sutanto. Namun, begitu tahu kondisinya seperti itu, alhasil saya tegaskan saya menolak mendampingi acara kampanye kalau kondisinya seperti itu, bahwa masyarakat yang dikumpulkan tidak diberi air minum, snack makanan kecil dan dana transportasi. Dari pada saya yang jadi malu, jadi bulan-bulanan masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui, surat mosi tidak percaya diberikan ke DPD Golkar Lampung pada tanggal 19 November 2020. Dimana 11 PK yang ikut menandatangani mosi tak percaya tersebut masing-masing antara lain

1. Kalianda – Muksin
2. Penengahan – Sharudin
3. Katibung – Jauhari
4. Bakauheni – A.Yani
5. Rajabasa – Agustiar
6. Waypanji – Teguh Suparman
7. Sidomulyo – Harkimah/Wancik
8. Palas – Habibuloh
9. Sragi – Iwan Kuswara.
10. Ketapang – Lukman Hasan
11. Natar – Aryanto
Dan, Sekretaris AMPI – Rahman Nuryansah

(Tim)

About The Author

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *