Kecelakaan di Tol, Camat Sragi Terancam Penjara ?

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Plt Camat Sragi Hipni mengalami kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung Selatan, Senin 7 Desember 2020.

Dalam potongan video amatir yang beredar di media jejaring sosial, kecelakaan itu menyebabkan kendaraan dengan Plat/Nopol BE 1010 DO merk Toyota Avanza warna hitam itu, ringsek pada bagian depan.

Bacaan Lainnya

Plt Camat Sragi sendiri tampak terlihat tidak mengalami luka serius dalam peristiwa kecelakaan itu meski kondisi mobil itu terlihat cukup parah.

Masih di dalam video amatir itu terdengar seseorang menyatakan bila kecelakaan terjadi di KM 68. Kecelakaan yang menimpa kendaraan mantan pegawai BNN Kabupaten Lampung Selatan itu akibat menghindari kucing yang melintas di JTTS.
“Pak Hipni camat Sragi mengalami kecelakaan di KM 68. Tapi nggak apa-apa ya pak hipni ya. Menghelak kucing,” jelas pria yang merekam peristiwa kecelakaan kendaraan Hipni Camat Sragi.

Namun berdasarkan informasi yang beredar, kendaraan yang membawa camat Sragi itu diduga merupakan kendaraan dinas (randis) milik camat yang juga diduga telah diganti platnya menjadi plat Hitam dengan Nopol BE 1010 DO.

Kalau informasi yang beredar itu benar adanya, Camat Sragi bisa terancam hukuman penjara. Pasalnya jelas dalam aturan Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Plat kendaraan disebut dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

TNKB adalah tanda regident kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor, berupa plat atau berbahan lain dengan spesifikasi yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah nomor registrasi, serta masa berlaku dan dipasang pada kendaraan.

Perubahan plat mobil dinas dari merah ke plat hitam melanggar undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Dengan ancaman hukuman dua bulan penjara dan denda Rp500 ribu.

Berdasarkan data yang di himpun di Kantor Samsat Kalianda, plat polisi untuk nomor BE 1010 DO tidak terdaftar di Samsat setempat.
“Nomor plat kendaraan ini tidak terdaftar. Mungkin itu dipalsukan,” ujar salah seorang petugas Samsat yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan, Selasa 8 Desember 2020.

Camat Sragi sendiri Hipni, ketika di hubungi wartawan terkait plat kendaraan dinas yang diubah menjadi plat hitam waktu kecelakaan langsung naik pitam. Ia pun tidak menampik kalau itu kendaraan dinas.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP Edwin menuturkan, terkait dengan sanksi soal penggantian nomor plat kendaraan, itu memang telah di atur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.
“Dari situ memang dicantumkan bahwa, plat dinas itu tidak boleh diganti. Tapi kalau didapati kendaraan dinas berganti plat namun tidak memiliki perizinan resmi, memang kita bisa melaksanakan penindakan secara tegas, karena itu sudah diatur dalam undang-undang. Kalau itu sudah memenuhi unsur, itu bisa diberlakukan,” katanya. (Lex)

About The Author

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *