BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Anggota Komisi II DPR/MPR-RI Zulkifli Anwar menghadiri acara Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah dan Asyiyah ke-5 dan Musycab ke-2 Basyiatul Muhammadiyah Kecamatan Candipuro, Minggu 23 Juli 2023.
Acara yang dipusatkan sekolah MTs Muhammadiyah Desa Batuliman, Kecamatan Candipuro, dihadiri oleh ketua PDM Lampung Selatan Sutino Sasmito. Acara tersebut untuk pemilihan ketua PCM dan Asyiyah Kecamatan Candipuro, untuk priode 2023-2027.
Ketua PCM Candipuro Amirudin menyampaikan Musycab adalah musyawarah tertinggi untuk pemilihan pimpinan, sesuai dengan moto “memajukan Candipuro Membangun Peradapan Utama”.
“Harapan kami, Muhammadiyah dapat bersinergi dan hadir ditengah masyarakat,” kata Dia.
Sementara itu, Zulkifli Anwar mengatakan, dirinya memang sangat dekat dengan Muhammadiyah. Banyak kontribusi mantan bupati Lampung Selatan dua priode itu. Mulai dari pembangunan Gedung Muhammdiyah Lampung Selatan. Pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Kalianda dan menghidupkan kembali Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE).
“Termasuk, kami yang menguliahkan 20 dosen S2 dari STIH dan STIE agar mereka berkompeten dan memenuhi syarat sebagai dosen,” jelas Zulkifli Anwar.
Zulkifli Anwar sendiri tercatat sebagai keluarga besar Muhammadiyah dengan nomor anggota 951114, yang ditandatangani oleh Amien Rais.
“Makanya, saya selalu bersama Muhammadiyah dan Muhammadiyah pun selalu bersama saya. Jadi, Muhammadiyah selalu dihati,” terangnya.
Diakhir sambutannya, anggota Komisi II DPR/MPR-RI itu menyampaikan selamat menggelar Musycab dan semoga yang terpilih dapat membawa keberkahan dan memanjukan daerah.
“Semoga acara dapat berjalan dengan lancar dan dapat memilih pimpinan yang amanah,” tandasnya.
Disisi lain, dirinya mengajak keikutsertaan warga Muhammadiyah untuk mensukseskan Pemilu 2024.
“Sebagai anggota Komisi II yang bermitra dengan KPU dan Bawaslu, saya memiliki tanggungjawab untuk menyosialisasikan pemilu. Pertama, jangan sekali-sekali tidak menggunakan hah pilih kita, apalagu sudah mendapat undangan. Kedua, Muhammadiyah tidam boleh terlibat politik praktis, tapi warga Muhammadiyah silahkan menentukan pilihan. Ketiga, jangan putus silaturahmi karena beda pilihan,” tandasnya. (Lex)