BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Pantas saja, banyak Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, padam.
Rupanya, kabel jalur aliran listrik untuk menghidupkan lampu PJU tersebut, dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan data dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, kabel-kabel yang dicuri terpantau dari titik tempat makan Teh Okay – Kuburan Cina (Kelurahan Wayurang). Lalu, titik lainnya yang juga digondol pencuri yakni dari titik kabel jalur Bank BRI – Perempatan Lampu Merah (Depan Hotel Kalianda).
Terakhir, pelaku juga melakukan aksi pencurian kabel jalur untuk lampu PJU di Simpang Fajar – Perempatan Lampu Merah (Stadion Raden Intan/Jalan Raden Intan).
Aksi pencurian kabel jalur lampu PJU ini tergolong nekat, karena kabel-kabel tersebut masih teraliri listrik. Patut diduga, pelaku adalah orang paham soal kelistrikan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan Djuanda membenarkan aksi pencurian kabel untuk lampu PJU tersebut. Akibat pencurian tersebut, lampu penerangan jalan umum menjadi tidak berfungsi.
“Iya, padam semua (PJU), karena kabelnya diputus,” ujarnya.
Ia menambahkan, modus pelaku yakni dengan cara memotong kabel-kabel tersebut sepanjang antara 1-2 meter di sejumlah titik.
“Jadi dipotong semeter hingga dua meter. Tapi itu menyebabkan aliran listrik untuk menyalakan lampu jadi terputus,” ungkap Djuanda.
Ia menambahkan jika, kabel jalur tersebut terbuat dari bahan tembaga, sehingga, diyakini memiliki nilai ekonomi.
“Ya, kalau pencuri ini iseng, masa kejadiannya dibeberapa titik. Mungkin memang sudah ada niat,” ungkapnya dengan nada menduga-duga.
Disisi lain, pihaknya baru mengetahui kejadian pencurian aset milik pemerintah daerah tersebut sejak dua pekan terakhir. Pihaknya berencana akan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
“Iya, rencananya kita akan laporkan kejadian ini ke polisi,” kata Djuanda.
Disisi lain, Djuanda mengaku prihatin atas aksi pencurian tersebut. Pasalnya, fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintan justru dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Artinya, tindakan ini tidak mendukung pembangunan daerah. Mau dibuat terang, malah (kabelnya) dicuri,” sesalnya.
Ia pun mengajak lapisan masyarakat untuk dapat saling menjaga dan merawat apa yang menjadi aset pemerintah. Apabila ini aset tersebut dirusak atau dicuri, pihak yang dirugikan nantinya adalah masyarakat itu sendiri.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk turut berperan serta dalam menjaga aset pemerintah, khususnya untuk penerangan lampu jalan. Artinya, pemerintah membangun, masyarakat yang menjaga keamanan-nya, supaya asetnya tetap berfungsi dengan baik,” tandasnya. (Lex)





