BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal (RMD) mengingatkan pihak-pihak yang berkenaan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memantuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mengikuti standar yang telah ditetapkan.
Pasalnya, Ia menilai, salah satu program unggulan yang menjadi Astacita Presiden RI Prabowo Subianto itu, mampu menekan angka kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran di Provinsi Lampung.
Dalam zoom metting bersama pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung, Selasa 20 Januari 2026 itu, RMD mengapresiasi program MBG yang telah berjalan di tahun 2025.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan berjalannya program MBG di Provinsi Lampung.
Namun demikian, tidak sedikit pula dirinya mendapatkan laporan-laporan dari jajaran Forkorpimda di Provinsi Lampung terkait kejadian-kejadian pelaksanaan MBG provinsi setempat.
“Saya menerima laporan dari Forkorpimda dan ini menjadi perhatian kita bersama untuk 2026 ini. Semua kekurangan harus kita lakukan perbaikan-perbaikan yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG menjadi sebuah ‘tool’ atau alat untuk menurunkan angka kemiskinan dan menekan penangguran. Dimana, selama program MBG berjalan, pengguran terbuka berhasil ditekan sampai menyentuh angka 4,6 persen dan kemiskinan berkurang hingga 5 persen.
“Nah, angka kemiskinan dan pengganguran ini ada di kabupaten kota, sehingga saya minta tolong kawal ketat dan jaga program MBG ini,” sebutnya.
Di Lampung, ujar RMD terdapat 919 dapur MBG aktif dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2,3 juta orang.
“Kita sepakat program [MBG] ini bermanfaat dan sangat baik, sehingga akan kita teruskan. Kita nggak mau (MBG berjalan) 2025 saja. Kita juga nggak hanya 2026 saja. Kita ingin ini menjadi program unggulan di daerah,” ungkapnya.
Disisi lain, Ia meyakini program MBG tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih enklusif.
“Saya yakin pemilik dapur saat ini sudah merasakan manfaatnya, pekerja di dapur pun sudah merasakan manfaatnya juga. Jadi, tolong patuhi SOP dan ikuti standarisasi yang telah ditetapkan,” tandasnya. (Lex)




