BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, membawa ‘oleh-oleh ilmu’ usai melakukan kunjungan kerja ke Negara Jepang.
Ilmu atau pengetahuan tersebut salah satunya tentang pengelolaan sampah. Ilmu tersebut kata Egi harus bisa diterapkan di Kabupaten Lampung Selatan.
Kepada Beritakita.co.id, Ia menyebutkan salah satu ilmu yang harus diterapkan yakni implementasi pola hidup 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).
“Sebenarnya banyak, salah satunya implementasi 3R,” kata Dia, Kamis 5 Februari 2026.
Ketika ditanya, apakah ‘oleh-oleh ilmu’ tersebut dapat diterapkan di Lampung Selatan. Dengan nada tegas bupati Egi memberikan jawaban bisa.
“Ya harus bisalah. [Pokoknya] Bismilah bisa,” tutupnya.
Dikutip dari berbagai sumber, 3R adalah Reduce, Reuse, Recycle. Metode pengelolaan sampah yang berfokus pada pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang limbah untuk meminimalkan pencemaran lingkungan.
Konsep ini merupakan prioritas utama dalam penanganan sampah rumah tangga dan industri, bertujuan menghemat sumber daya serta mengubah limbah menjadi produk bermanfaat.
Reduce – Mengurangi : Tindakan mengurangi timbulan sampah sejak awal, contohnya membawa tas belanja sendiri, mengurangi produk sekali pakai, dan memilih produk dengan kemasan minimal.
Reuse – Menggunakan Kembali : Menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai untuk fungsi yang sama maupun berbeda, seperti mengisi ulang botol minum, menggunakan botol plastik bekas untuk pot tanaman, atau mendonasikan pakaian bekas.
Recycle – Mendaur Ulang : Mengolah kembali sampah menjadi bahan baku atau produk baru, misalnya mengolah sampah organik menjadi kompos atau mendaur ulang kertas dan plastik menjadi kerajinan tangan. (Red)

