BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Aksi pencurian kabel jalur lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, terus berulang.
Teranyar ini, pelaku melancarkan aksinya di jalan cinta atau jalan alternatif dari arah perumahan Korpri menuju kantor bupati, Kelurahan Wayurang.
Aksi ini tergolong nekat, karena pelaku menggasak jalur kabel yang masih teraliri listrik. Patut diduga, pelaku merupakan orang yang paham betul dengan ilmu kelistrikan.
Yang menjadi persoalan, kasus pencurian kabel jalur lampu PJU ini bukan hanya terjadi di lokasi tersebut saja. Beberapa hari terakhir, pelaku juga menggasak kabel jalur lampu JPU arah warung Teh Okay-Kuburan Cina, Bank BRI- Perempatan Hotel Kalianda dan jalur Simpang Fajar- Perempatan Raden Intan.
Hal ini tentunya membuat rugi sebagain besar masyarakat di Kalianda. Pasalnya, suasana malam mestinya terang karena penerangan cahaya lampu, kembali menjadi gelap gulita lantaran aksi kriminal.
Berdasarkan data dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, aksi pencurian di Jalan Cinta baru diketahui pada Senin 24 November 2025, pagi.
Pelaku mengasak kabel jalur PJU sekitar 150-200 meter. Akibatnya, beberapa titik lampu yang terpasang mati total, menyebabkan jalan setempat menjadi semakin ‘horor’.
Yanto (47), warga Kalianda mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Pria yang berdomisili di Kelurahan Wayurang itu meminta pihak yang berwajib untuk turun tangan mengungkap peristiwa tersebut.
Pasalnya, selain merugikan masyarakat, aksi pencurian itu dapat berpotensi menimbulkan tindak kriminal lainnya, seperti aksi mabuk-mabukan dan curas-curat dan curanmor.
“Artinya, pemerintah dalam hal ini sudah berupaya untuk menerangi jalan dalam rangka mencegah aksi kejahatan. Tapi karena kondisinya gelap sulit dipantau, ini berpotensi mendukung aksi kriminal lainnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan Djuanda membenarkan aksi pencurian kabel jalut untuk lampu PJU tersebut.
Akibat pencurian tersebut, lampu penerangan jalan umum menjadi tidak berfungsi.
“Iya, padam semua (PJU) karena kabelnya diputus,” ujarnya.
Ia menambahkan, modus pelaku yakni dengan cara memotong kabel-kabel tersebut sepanjang antara 1-2 meter di sejumlah titik.
“Jadi dipotong semeter hingga dua meter. Tapi itu menyebabkan aliran listrik untuk menyalakan lampu jadi terputus,” ungkap Djuanda.
Ia menambahkan jika, kabel jalur tersebut terbuat dari bahan tembaga, sehingga, diyakini memiliki nilai ekonomi.
“Ya, kalau pencuri ini iseng, masa kejadiannya dibeberapa titik. Mungkin memang sudah ada niat,” ungkapnya dengan nada menduga-duga.
Disisi lain, pihaknya baru mengetahui kejadian pencurian aset milik pemerintah daerah tersebut sejak dua pekan terakhir. Pihaknya berencana akan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
“Iya, rencananya kita akan laporkan kejadian ini ke polisi,” kata Djuanda.
Disisi lain, Djuanda mengaku prihatin atas aksi pencurian tersebut. Pasalnya, fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintan daerah justru jadi bahan ‘bancakan’ oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Artinya, tindakan ini tidak mendukung pembangunan daerah. Mau dibuat terang, malah (kabelnya) dicuri,” sesalnya.
Ia pun mengajak lapisan masyarakat untuk dapat saling menjaga dan merawat apa yang menjadi aset pemerintah. Apabila ini aset tersebut dirusak atau dicuri, pihak yang dirugikan nantinya adalah masyarakat itu sendiri.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk turut berperan serta dalam menjaga aset pemerintah, khususnya untuk penerangan lampu jalan. Artinya, pemerintah membangun, masyarakat yang menjaga keamanan-nya, supaya asetnya tetap berfungsi dengan baik,” tandasnya. (Lex)





