Kunjungan Wisata Meningkat, Berkah Sekaligus Tantangan Yang Harus Menjadi Peluang

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Angka kunjungan wisata di Kabupaten Lampung Selatan mulai menujukan tren peningkatan.

Bila pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisata di kabupaten tersebut tercatat menyentuh angka 1.560.003 orang, nah di tahun 2025 kemarin angkanya kembali ‘meroket’ diangka 1.647.716 orang.

Bacaan Lainnya

Kenaikan ini memang belum signifikan, namun Kabupaten Lampung Selatan kini telah memiliki modal. Pasalnya, diatas kertas, semakin banyak wisatawan yang datang, logikanya akan membuka ‘kran‘ transaksi ekonomi.

kondisi ini diharapkan pula dapat membuka lapangan kerja baru, dan tentunya berdampak terhadap perbaikan ekonomi masyarakat lokal.

Dibalik itu, peningkatan jumlah wisatawan mestinya harus diimbangi juga dengan peningkatan infrastruktur dan sarana lainnya.

Bupati Radityo Egi Pratama diawal-awal memimpin Lampung Selatan, langsung ‘mencetuskan‘ konsep agro-edu-wisata.

Bagi Egi, untuk mendukung sektor pariwisata yang sejalan dengan konsep agro-edu-wisata dibutuhkan ‘Triple A‘ yakni Amenitas, Aksebilitas dan Atraksi.

Belakangan ini, telah bermunculan beberapa tempat yang menjadi lokasi destinasi wisata, berikut dengan beberapa sarana penunjang lainnya, berupa tempat penginapan, restoran/cafe dan pusat oleh-oleh (pihak swasta_red).

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto saat diwawancarai mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan wisata dianggapnya sebagai berkah bagi daerah.

Namun, disisi lain Dia menilai, ramainya kunjungan tersebut dapat menjadi sebuah tantangan, agar bagaimana kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai peluang untuk peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

“Ini adalah berkah untuk kita, sekaligus tantangan. Karena potensi yang besar itu, harus kita tangkap sebagai peluang,” kata Supriyanto, Senin 23 Februari 2026.

Bupati Egi, lanjut Supriyanto, bersama OPD terus mengejar potensi ini, agar dapat menghasilkan ‘cuan‘ untuk semua pihak.

“Ini yang terus kita kawal, bagaimana tantangan ini dapat menjadi sebuah peluang, sehingga pada akhirnya ada pendapatan yang diterima oleh pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujarnya.

“Masyarakat ini, bisa masyarakat pemilik destinasi atau masyarakat yang berhubungan dengan itu. Ya, bisa penyedia makanan dan oleh-oleh,” tandasnya. (Lex)

Pos terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *