BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Pasca mewabahnya pendemi Covid-19, target pendapatan asli daerah (PAD) di Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan, merosot tajam.
Dari target sekitar Rp187 miliar untuk tahun 2020, turun menjadi Rp138 miliar. Bahkan, masih dimungkinkan, target PAD di OPD terkait masih dapat turun lagi pada Perubahan ini, apabila kondisi pandemi masih tetap berlangsung.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala BBPRD Lampung Selatan Burhanuddin saat diwawancarai wartawan di areal perkantoran bupati, Selasa 14 Juli 2020.
Mantan Camat Kalianda itu menjelaskan, sektor yang paling terdampak dalam menyumbang PAD semasa Pandemi Covid-19 itu yakni rumah makan, perhotelan dan hiburan.
“Mereka kan banyak yang tutup. Kalau pun tidak tutup, tapi tersendat-sendat karena korona ini. Makanya kita targetkan mereka tidak bayar rata-rata dua bulan. Tapi nyatanya, mereka banyak yang tutup sampai Desember nanti, gimana mau ditagih,” kata Burhanuddin.
Ketika ditanya bagaimana langkah yang akan diambil pihak BPPRD untuk memaksimalkan capaian PAD di tengah kondisi pandemi, Burhanuddin menjelaskan pihaknya akan memaksimalkan dengan menggali terhadap potensi yang masih aktif.
“Tagih-tagih terus saja yang masih aktif. Kita akan maksimalkan di PBB dan lainnya. Tapi kalau dampak Covid masih berlanjut, tidak menutup kemungkinan (di Perubahan) bisa turun lagi. Mau kayak mana,” tegasnya.
Ia pun mengimbau, agar wajib pajak dapat patuh terhadap kewajiban mereka. Pasalnya, ini berdampak pada PAD dan pembangunan di Lampung Selatan.
“Ya, bagaimana Pemda mau bergerak kalau begini kondisinya,” tandasnya. (Lex)