Harga Sawit Anjlok, Petani Terpojok

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Para petani sawit di Kabupaten Lampung Selatan menjerit. Pasalnya harga jual sawit terjun bebas, hingga ketitik terendah.

Andi Azis salah seorang petani sawit di Tarahan, Kecamatan Katibung mengatakan, anjloknya harga jual sawit petani ke pabrik menembus harga Rp1.170/Kg. Kondisi itu menurutnya, dampak dari larangan ekspor CPO oleh pemerintah.
“Dulu itu harganya (sawit) sampai Rp3.900/Kg, sekarang hanya Rp1.170/Kg. Apa tidak menjerit para petani dibawah. Di Malaysia saja setahu saya sampai Rp5.000/Kg,” ujarnya, Rabu 22 Juni 2022.

Bacaan Lainnya

Dengan kondisi tersebut, para petani hanya bisa gigit jari. Pasalnya, harga tersebut tidak mampu menutupi biaya produksi.
“Yang pasti itukan ada biaya ngunduh dan ongkos mobil. Disini saja sudah tidak cukup. Belum lagi biaya untuk pupuk. Artinya, untuk biaya operasional dan perawatan saja sudah nggak ketutup, jadi mau dapat apa lagi,” kata Azis.

Ia merinci terkait dengan penggunaan pupuk untuk sawit. Dimana, setidaknya dalam 1 batang membutuhkan 1 Kg pupuk jenis NPK. Pemberian pupuk itu dilakukan selama 6 bulan sekali.
“Nah, kami mempunyai 3.000 batang. Mana bisa lagi kita buat membeli pupuk,” cetusnya.

Selain itu, yang menjadi masalah lain bagi petani seperti dalam istilah ‘sudah jatuh tertimpa tangga’ para petani dipaksa untuk memanen tanaman sawit mereka dan itu dijual dengan harga rendah. Pasalnya, jika buah sawit tidak dipanen maka buah tersebut busuk dan pohonnya pun akan rusak.
“Biasanya, kalau kita panen itu mencapai 3-4 ton. Kalau itu dipanen, harga jualnya murah, nggak dipanen dia busuk. Jadinya serba salah kita ini,” celetuk Azis.

Ia pun berharap, pemerintah dapat hadir untuk memberikan solusi terhadap keresahan para petani sawit di daerah setempat.
“Ya, minimal dapat menstabilkan harga, supaya kondisi para petani tidak terus-terusan begini,” kata Dia. (Lex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *