“Nyore” Ala Wabup Pandu & Nuri Maulida di Pantai Kedu Warna Kalianda

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Menikmati deburan ombak di pantai, dipercaya dapat menekan rasa penat dari sekelumit aktivitas sehari-hari sebagian besar masyarakat. Tak terkecuali bagi Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa.

Usai mengikuti kegiatan pembekalan kepemimpinan pemerintah dalam negeri bagi bupati/wakil bupati – walikota/wakil walikota non petahana tahun 2021, Pandu ditemani sang istri Nuri Maulida dan buah hatinya “nyore” menikmati pantai Kedu Warna Kalianda, yang berlokasi di Kelurahan Wayurang, Rabu 1 September 2021 petang.

Bacaan Lainnya

Pandu sendiri tampak menikmati deburan ombak dan desiran pasir pantai di salah satu lokasi destinasi wisata unggulan di Kota Kalianda itu.

Sementara itu, ibu wakil bupati yang akrab disapa dengan Teteh Nuri, setibanya di lokasi langsung menuju arah bibir pantai untuk menemani sang buah hati bermain air dan pasir di pantai itu.

Mantan anggota DPRD Kota Bandarlampung dua priode itu, sempat berbincang hangat dengan pengelola Pantai Kedu Warna. Perbincangan ini cenderung membahas bagaimana pengembangan pantai setempat kedepannya.

Pandu pun mengakui bila, kondisi Pantai Kedu Warna Kalianda itu masih sangat asri dan cukup terkelola dengan baik, sehingga tidak sedikit pengunjung dari luar daerah yang datang kesana.

“Masih sangat asri. Apalagi kita bisa melihat secara langsung keberadaan Gunung Rajabasa, dari sini,” kata Pandu.

Ia pun memuji sejumlah fasilitas yang telah ada di Pantai Kedu Warna Kalianda itu. Mulai dari fasilitas pondok-pondokan, bingkai raksasa untuk berswafoto para pengunjung sampai ada cover bean bag yang dipasang berjejer oleh pengelola pantai.
“Cukuplah kalau untuk bersantai bersama keluarga disini. Tinggal (mungkin) ditambah fasilitas makanan atau kuliner berat semacam nasi dan lainnya, karena sekarang baru ada makanan dan minuman jenis instan. Tapi saya yakin, ini tidak akan mengurangi niat wisatawan untuk berkunjung kesini, karena dibalas tunai dengan keindahan dan ke-asri-an pantai,” kata Pandu.

“Kedepannya harapan kita, lokasi ini bisa seperti tempat wisata Jimbaran, Bali. Tentunya, ini diperlukan dukungan dari semua pihak. Termasuk dari dinas pariwisata dan dinas kominfo, dari segi promosi,” ujarnya.

Pandu pun meyakini, sektor wisata dapat membangkitkan ekonomi nasional ditengah terpa’an pandemi Covid-19, yang saat ini melanda dunia.
“Dibutuhkan juga kesadaran dari masyarakat itu sendiri, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan pada setiap aktivitas. Kalau kita sudah normal kembali, tentu ini akan berdampak pada kebangkitan ekonomi kita dan juga pada sektor lainnya,” ucapnya.

Disisi lain, jebolan Universitas Padjadjaran itu menegaskan bahwa, Lampung Selatan telah dikaruniai sejumlah lokasi destinasi wisata lengkap. Dimana, selain memiliki wisata pantai kabupaten itu juga mempunyai wisata bahari, gunung, air terjun, pemandian air panas, wisata religi karena terdapat makam Pahlawan Nasional Raden Inten dan wisata lainnya.
“Makanya saya sangat mendukung sektor pariwisata ini, karena memang potensinya sangat besar. Tidak kalah dengan daerah lain, kalau kita berbicara masalah potensi,” ungkap Pandu.

Sementara itu, menurut keterangan salah seorang pengelola Pantai Kedu Warna Kalianda, wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu, tidak hanya wisatawan lokal. Bahkan, ada yang datang dari Palembang, Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah, keberadaan Pantai Kedu Warna sudah cukup dikenal. Pengunjung yang datang ada dari bandarlampung, pringsewu bahkan Palembang,” kata salah seorang pengelola.

Ia pun berharap agar pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga kunjungan wisatawan di pantai setempat, semakin meningkat.
“Itu harapan kita semua, demi kemajuan sektor pariwisata di Lampung Selatan,” tandasnya. (Lex)

About The Author

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *