BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Satlantas Polres Lampung Selatan menjelaskan kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit kendaraan jenis truk di Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, Selasa 23 Juni 2026 itu berlangsung tepatnya di Jalinsum Km 39-40.
Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Erza Nasution mengatakan, tabrakan beruntun itu dipicu karena aksi nekat salah satu pengemudi truk yang memaksa mendahului kendaraan di depannya, meskipun jalur tersebut memiliki marka jalan garis utuh tanpa putus yang melarang adanya manuver penyalipan.
Ia menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi di lokasi, kejadian bermula saat Truk Hino Box dengan nomor polisi B 9364 SEU melaju beriringan di belakang Truk Hino Lohan bernopol BE 8583 AUD. Kedua kendaraan tersebut sama-sama datang dari arah Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni.
Setibanya di lokasi kejadian, truk Hino Box yang dikemudikan oleh Kardiwan (53) mencoba mengambil lajur sebelah kanan untuk mendahului truk Hino Lohan didepannya. Namun, sang sopir tidak memperhatikan situasi dari yang berlawanan.
“Karena jarak kedua kendaraan sudah sangat dekat dan tidak dapat menghindar lagi, truk Hino Box langsung menghantam bagian depan Truk Mitsubishi Canter yang datang dari arah berlawanan,” ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.
Akibat benturan itu membuat Truk Mitsubishi Canter bernopol BE 8172 AAD oleng tak terkendali kearah sebelah kanan jalan. Truk Canter yang dikemudikan oleh Mirsan (37) tersebut kemudian langsung menabrak bagian depan Truk Hino Lohan bernopol BE 8583 AUD yang dikerjakan oleh Maat (54), yang sebelumnya hendak disalip oleh truk box.
Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan hebat ini. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban luka berat dialami oleh kondektur Truk Mitsubishi Canter, Mad Yani (40), warga Kota Karang, Bandarlampung. Ia mengalami luka robek serius di bagian kening kepala, patah tangan kiri, serta patah kaki kanan. Korban segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat.
Sementara itu, pengemudi Truk Mitsubishi Canter, Mirsan, hanya mengalami luka ringan berupa sesak pada bagian dada akibat benturan kemudi dan dipastikan tidak menjalani rawat inap.
“Pengemudi dari dua truk Hino lainnya dilaporkan selamat tanpa luka berarti,” lanjut AKP Erza.
Akibat insiden tabrakan tiga kendaraan besar ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp300.000.000, karena kerusakan parah di bagian kabin depan masing-masing truk.
Kondisi arus lalu lintas di Jalinsum Km 39-40 sempat mengalami kepadatan akibat volume kendaraan yang ramai, namun petugas kepolisian berhasil mengurai kemacetan sehingga arus tetap mengalir lancar meskipun dalam situasi hujan sore hari.
Erza mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya yang melintasi Jalur Lintas Sumatra, untuk selalu mematuhi rambu-rambu. Pihak kepolisian menegaskan pentingnya menahan diri dan tidak memaksakan mendahului kendaraan lain di area marka jalan garis utuh, terlebih saat kondisi cuaca hujan yang membuat permukaan jalan menjadi licin.
“Kepada pengendara kami meminta diminta untuk selalu menjaga jarak aman, serta menurunkan kecepatan berkendara demi mengantisipasi potensi kecelakaan serupa di kemudian hari,” tandasnya. (Rk)





