BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Ramai-ramai masyarakat RT/RW-02/04 Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, melaksanakan aksi gotong royong dalam rangka mendukung program ‘Desa Helau’.
Program yang digagas oleh bupati Radityo Egi Pratama yakni Lampung Selatan Helau terus berkembang hingga desa menjadi Desa Helau.
Nah, program inilah yang galakan di Desa Kuripan. Caranya, membenahi ruang terbuka milik umum (alun-alun_red) diatas lahan yang kurang maksimal. Sebelumanya, lahan tersebut hanya dimanfaatkan untuk ditanami cabai dan kangkung, meskipun luasanya hanya beberapa petak saja.
Terkadang pula, lahan itu dijadikan tempat bermain anak anak, hingga menjadi tempat menjemur hasil bumi seperti coklat (buah kakao) dan padi.
Dan, dikala malam hari dimanfaatkan menjadi sebuah pos ronda atau berkumpul masyarakat sekitar.
Febrial salah seorang tokoh pemuda di Desa Kuripan, menganggap program ‘Desa Helau’ adalah sebuah gebrakan yang positif bagi desa.
Maka dengan gerakan gotong royong bersama masyarakat berhasil ‘menyulap’ lahan tersebut menjadi ruang terbuka umum yang lebih alami.
“Alhamdulillah, program DESA HELAU yang digaungkan Bupati Lamsel Bapak Radityo Egi Pratama kita jalani dengan riang gembira. Dan, ini didukungan penuh oleh Kepala Desa Kuripan
pak Suhatsyah serta Camat Kecamatan Penengahan pak Hermawan,” ujar Febrial yang dikenal dengan gelar Khaja Muda, Minggu 28 Juni 2026.
Ia menambahkan, animo masyarakat di lingkungan setempat sangat antusias melakukan aksi gotong royong membuat lahan menjadi lebih BISA (BERSIH, INDAH, SEDERHANA, ALAMI).
“Tema yang kita angkat dalam aksi gotong royong ini yakni “HELAU ALAMI”,” tuturnya.
Febrial menjelaskan, lahan yang dulunya hanya ditanami beberapa jenis saja, kini dimaksimalkan lagi dengan ditanami tanaman jenis Toga dan beberapa sayuran seperti cabai, terong, pokcoy, tomat, bayam dan lain-lain.
“Nah, kalau ini bagian-nya ibu-ibu. Supaya nanti bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari hari,” kata Dia.
Sedangkan, para bapak-bapak membuat pagar, gapura dan taman yang estetik dengan nuansa khasLampung seperti plang tulisan Aksara Lampung, anyaman khas Lampung, siger, tuping khas Lampung Selatan.
“Ini sebagai bentuk dalam rangka melestarikan budaya, sehingga dapat terlihat lebih indah di siang hari dan nyaman di malam harinya,” kata Khaja Muda.
Yang lebih mengejutkan, aksi gotong royong ini hanya bermodalkan sekitar Rp500.000, yang bersumber dari sumbangan yang dikumpulkan para ibu-ibu di RT setempat.
“Namun, dengan semangat gotong royong tersebut maka jadilah ruang terbuka umum yang “HELAU ALAMI”,” ungkapnya.
Menurutnya, gerakan gotong royong yang “Sederhana namun mempesona” itu perlu dipupuk dan lestarikan lagi agar sila ke-3 Pancasila terwujud nyata dengan cara sederhana.
“Sederhana Namun Mempesona,” ujarnya.
“Terimakasih bapak Bupati Lampung Selatan atas program HELAU nya, kami tunggu program selanjutnya,” tandas Khaja Muda. (Lex)





