Agustus 20, 2026

Gercep! Dinkes Lampung Selatan Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK

0
Foto : Dokumentasi Dinas Kesehatan

Foto : Dokumentasi Dinas Kesehatan

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat membagikan ribuan masker kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Langkah tersebut dilakukan setelah Gunung Anak Krakatau mengeluarkan debu vulkanik yang menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Rajabasa, Bakauheni, Kalianda, dan Penengahan.

Wilayah yang paling terdampak hujan abu tersebut berada di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, Dinas Kesehatan Lampung Selatan langsung membagikan masker kepada masyarakat, terutama warga di Desa Tejang, Pulau Sebesi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan selain membagikan masker, pemerintah daerah juga telah menyiagakan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kesehatan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Pak Bupati sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh pihak untuk mengambil langkah-langkah. Dari Dinas Kesehatan hingga puskesmas semuanya sudah disiagakan,” ujar Supriyanto, Rabu 19 Agustus 2026

Ia juga mengimbau masyarakat rentan, khususnya lansia dan balita, agar lebih waspada terhadap dampak hujan abu akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Ya, Alhamdulillah, kemarin hujan sehingga sedikit mengurangi dampak debu vulkanik tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengatakan pihaknya telah bergerak sejak 17 Agustus 2026, setelah Gunung Anak Krakatau mengeluarkan debu vulkanik pada malam 16 Agustus.
“Hingga kini, kita telah membagikan sebanyak 3.000 masker kepada masyarakat di daerah pesisir, khususnya Pulau Sebesi,” ujar Devi.

Ia menambahkan, tenaga kesehatan yang berkoordinasi dengan kepala desa di Pulau Sebesi juga melakukan pembagian masker secara langsung dari rumah ke rumah.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menggunakan masker saat keluar rumah dan melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Kalau bisa, selain menggunakan masker, gunakan juga kacamata. Namun, akan lebih baik untuk sementara waktu membatasi aktivitas di luar rumah,” kata Devi.

Kendati demikian, hingga saat ini Dinas Kesehatan Lampung Selatan belum menerima laporan adanya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Alhamdulillah, belum ada laporan masyarakat yang terdampak dari abu vulkanik,” pungkasnya. (Lex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial