Depresi, Warga Sragi Diduga Akhiri Hidup Dengan Terjun ke Sumur Sedalam 26 Meter

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Warga Dusun 4 Sumberwangi, Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah sumur sedalam 26 meter, sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu 14 Maret 2022.

Berdasarkan data yang masuk ke meja redaksi Beritakita.co.id, jenazah laki-laki dengan identitas Poniman (60) pekerjaan seorang petani itu, untuk pertama kali ditemukan oleh sang istri yakni Sopiatun (40).

Bacaan Lainnya

Diduga, korban mengakhiri hidupnya dengan masuk ke dalam sumur itu, lantaran merasa depresi dengan penyakit yang diidap korban selama bertahun-tahun.

Berdasarkan penuturan istri korban Sopiatun, dirinya sempat pamit kepada korban untuk berbelanja ke pasar sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah pulang dari pasar, sekitar pukul 09.00 WIB, sang istri tidak melihat lagi keberadaan Poniman. Lalu, Ia bergegas mencari keberadaan sang suami.
“Sekitar jam sembilan saya baru pulang dari pasar. Saat itu suami saya sudah tidak ada. Lalu, saya mencari-cari keberadaannya dan ditemukan sudah berada di dalam sumur,” terangnya.

Usai menemukan keberadaan korban di dalam sumur itu, Sopiatun melaporkan kejadian itu ke perangkat desa (kadus).
“Setelah itu, pak kadus mengajak beberapa orang warga yang biasa bekerja menggali sumur untuk mengangkat tubuh suami saya,” terangnya

Sekitar pukul 11.14 WIB, tubuh korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Disaat yang bersamaan, petugas dari Polsek Sragi dan Puskesmas Sragi tiba di TKP, dan langsung menangani jenazah.

Melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, Sopiatun pun langsung syok hingga pingsan.

Korban pun langsung dikeremasi sesuai ajaran agama Islam. Pihak keluarga pun tidak menginginkan korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum, lantaran pihak keluarga telah menerima atas musibah yang terjadi.

Berdasarkan pengakuan pihak kerabat, korban diduga mengakhiri hidupnya karena depresi dan sering mengamuk akibat menderita penyakit kompilasi selama 3 tahun terakhir. Dan rencananya korban akan dimakamkan di TPU Desa Margajasa. (Lex/Ir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *