September 11, 2026

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kasus ISPA di Lampung Selatan Melonjak

0
1001696946

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Jumlah masyarakat yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak cukup tajam pasca erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

​Jika biasanya laporan rutin ISPA hanya berkisar 25 kasus per-bulan, pasca erupsi angkanya menembus lebih dari 500 kasus.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pelayanan Kesehatan mencatat penderita ISPA usai GAK memuntahkan abu vulkanik, mencapai 533 orang per tanggal 10 September 2026. 

Angka ini berpotensi akan terus bertambah, mengingat aktivitas erupsi GAK masih berlangsung, meski intensitasnya mulai menurun dibanding dengan pada akhir pekan lalu.

​Laporan kasus ISPA tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Lampung Selatan akibat paparan debu vulkanik yang meluas.

Selain ISPA, posko Bidang Pelayanan Kesehatan juga mencatat 19 kasus iritasi mata yang diduga kuat akibat terpapar debu vulkanik. Dinkes juga menerima 18 laporan kasus dermatitis (penyakit kulit) yang menyerang warga dengan riwayat kulit sensitif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, menyatakan pihak medis terus bergerak secara maraton mengunjungi rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi kesehatan mereka secara langsung.

​”Petugas di puskesmas sudah turun langsung melawat ke rumah-rumah warga untuk mengecek kondisi kesehatan sekaligus memberikan edukasi,” ujar Devi, Jumat 11 September 2026.

​Devi membenarkan adanya lonjakan signifikan pada kasus ISPA pascaerupsi GAK. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan berkala hingga gangguan saluran pernapasan warga mereda. 

Seluruh Puskesmas di Lampung Selatan dipastikan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

​”Kami juga menyiagakan satu posko tambahan di Pustu (Puskesmas Pembantu) Canti untuk mendekatkan layanan bagi warga yang berada terdekat dari kawasan GAK, seperti Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan sekitar Kecamatan Rajabasa,” pungkasnya. (Lex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial