Agustus 14, 2026

Diikuti Perserta Dari 7 Kecamatan, Dispersip Lampung Selatan Sosialisasikan Budaya Baca dan Literasi Dasar di Candipuro

0
IMG-20260813-WA0005

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi Dasar di Balai Desa Titi Wangi, Kecamatan Candipuro, Kamis 13 Agustus 2026.

​Mengusung tema “Optimalisasi Budaya Baca dan Literasi Untuk Pengelola Perpustakaan Sekolah”, kegiatan ini ditujukan bagi pengelola perpustakaan SD/SMP serta Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos) dari tujuh kecamatan, yakni Katibung, Sidomulyo, Waypanji, Waysulan, Sragi, Palas, dan Candipuro.

​Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dispersip Agusalim, mewakili Kepala Dinas Feri Bastian, M.Ling. Turut hadir Kabid Pelayanan, Pembinaan, dan Tata Kelola Perpustakaan Madro’i, Camat Candipuro, serta Kepala Desa Titi Wangi.

Untuk memperkuat materi, penyelenggara menghadirkan dua narasumber eksternal, yaitu akademisi dari Universitas Tulang Bawang Syarifuddin dan Relawan Literasi Masyarakat Sugeng Hariyono.

​Dalam sambutannya, Sekretaris Dispersip Agusalim menekankan akan pentingnya profesionalisme pengelola perpustakaan sekolah dalam mengurus koleksi, layanan, hingga administrasi.

Menurutnya, pengelola harus adaptif terhadap era literasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

​”Pengelola perpustakaan sekolah adalah ujung tombak dalam menumbuhkan minat baca dan membina kecakapan literasi peserta didik. Karena itu, penerapan standar layanan, penggunaan teknologi, serta administrasi yang efisien menjadi hal mendesak,” ujar Agusalim.

​Ia juga mengajak para peserta untuk mengubah stigma masyarakat yang kerap menganggap perpustakaan sekadar ‘gudang kertas’ yang membosankan.

​”Perpustakaan adalah jantung ilmu pengetahuan dengan sumber informasi yang valid. Selain sebagai sarana edukasi dan informasi, perpustakaan idealnya juga berfungsi sebagai ruang rekreasi yang edukatif,” tambahnya.

​Melalui kegiatan itu, Pemkab Lampung Selatan mendorong para pengelola untuk menghidupkan kembali perpustakaan sekolah, sekaligus mengarahkan siswa memanfaatkan Perpustakaan Daerah, Perpustakaan Desa, hingga Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terdekat.

​Sementara itu, Ketua Pelaksana Madro’i melaporkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh 150 peserta, Kasi Kessos Kecamatan dan pengelola perpustakaan tingkat SD dan SMP.

​”Melalui program ini, kami berharap kualitas budaya baca dan literasi dasar di lingkungan sekolah maupun masyarakat Lampung Selatan dapat meningkat secara signifikan,” tandasnya. (Lex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial