Agustus 21, 2026

Dikeluhkan Pelanggan, Perumda Tirtajasa Siapkan Langkah Ini Untuk Pulihkan Layanan Air Bersih

0
IMG20260821114136

BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Sejumlah pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirtajasa Lampung Selatan, mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih.

Bahkan, masyarakat di salah satu perumahan di Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, mengaku sulit mendapatkan suplai air dari PDAM sejak dua bulan terakhir.

Meski suplai air ‘seret’ warga tetap dibebankan kewajiban pembayaran sebagai pelanggan PDAM sebesar Rp80.000/bulan.

Ses salah seorang warga perumahan Kalianda Resident mengatakan bahwa, suplai air dari PDAM tidak mengalir secara normal sejak dua bulan terakhir.

Karena kondisi tersebut, dirinya dipaksa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hingga membeli air menggunakan jasa mobil tangki.

“Sudah berbulan-bulan air PDAM di rumah nggak hidup. Pas hidup kecil, terus sebentar pula mengalirnya, hanya hitungan menit,” ujarnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Ia mengatakan, sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak Perumda, dirinya hanya diminta bersabar, karena saat ini masih di musim kemarau.

“Ya kita diminta sabar, lah kamikan mau nyuci, masak, mandi dan lainnya,” ucap wanita berjilbab itu.

Diwawancarai terpisah, Direktur Perumda Tirtajasa Lampung Selatan Yulianto, tidak menampik kondisi tersebut. 

Terganggunya suplai air untuk konsumen diketahuinya sejak Juli 2026. Hal itu lantaran debit air dari sumber mata air ke konsumen terbilang cukup rendah.

Tidak mau berpasra diri, pihaknya akhirnya menggandeng PT. Urip Gumulya Semarang untuk mencari tahu dengan men-tracking kondisi rill penyebab debit air itu menurun.

Nah, hasil tracking tersebut diketahui jika debit air dari sumber air mencapai 30 liter/detik, namun tiba di titik kantor PDAM Lampung Selatan, hanya 10 liter/detik.

“Hasil dari tracking, diduga ada gangguan aliran air di pipa-pipa PDAM, karena termakan usia,” kata Dia.

Untuk mengatasi permasalahan jangka pendek, pihaknya berinisiatif untuk memasang Booster Pump, agar tekanan air kembali mendekati normal, sehingga suplai air ke konsumen dapat berjalan lancar.

“Ya, mudah-mudah setelah di pasang Booster Pump ini, aliran airnya semakin kencang hingga ke kosumen,” ujarnya.

Namun, proses pemasangan Booster Pump memakan waktu yang tidak sebentar, paling tidak sekitar dua pekan.

Kendati demikian, pihaknya pun menawarkan solusi lain. Itu berupa pendistribusian air bersih melalui mobil tangki.

“Silahkan melapor kalau ada pelanggan yang merasa kekurangan pasokan air, nanti kami kirim menggunakan tangki,” kata Yulianto.

Disisi lain ia mengaku, kondisi badai ‘El-nino Gozilla’ cukup berdampak pada sumber-sumber air milik PDAM. Seperti sumber air Malvinas, yang airnya mengering karena terserap ke dalam tanah.

Lalu, untuk sumber air di Sukajadi yang selama ini mengandalkan gravitasi, juga turut mengering.

Namun demikian, untuk sumber mata air Canti, masih terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Yang menjadi persoalan utama dan itu menjadi perhatian kita, diperlukan revitalisasi atau pipanisasi, karena aset-aset kita sudah berusia sekitar 30 tahun. Nah, ini menjadi target jangka panjang kami,” tandasnya. (Lex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial