BERITAKITA.CO.ID, Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Aula Rimau Kantor Bappeda, Rabu 11 Maret 2026.
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 tingkat Kabupaten Lampung Selatan itu, di buka secara resmi oleh bupati Radityo Egi Pratama.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela, perwakilan dari pihak Bappada Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico.
Hadir pula, Wakil Bupati Lampung Selatan M.Syaiful Anwar, para kepala perangkat daerah, para camat, kepala instansi vertikal di Lampung Selatan dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan, Musrenbang RKPD merupakan forum demokrasi pembangunan. Disinilah aspirasi masyarakat dipertemukan dengan perencanaan teknokratis pemerintah, sehingga lahir kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, lebih efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Egi menambahkan, sebanyak 1.169 usulan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan telah terverifikasi, ditambah 412 usulan Pokok Pikiran DPRD.
“Seluruh usulan tersebut akan kita kaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan daerah, kapasitas fiskal daerah, serta sinkronisasi dengan kebijakan pembangunan provinsi dan nasional,” ujarnya.
Ia menilai, Pembangunan Lampung Selatan saat ini mulai menunjukkan arah yang semakin progresif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa indikator makro daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dimana, lertumbuhan ekonomi Lampung Selatan Tahun 2025 mencapai 5,71 persen.
“Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebesar 5,28 persen, bahkan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen,” ujarnya.
Egi pun menyebutkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari Rp.60,32 Triliun pada Tahun 2024 menjadi Rp.65,66 Triliun pada Tahun 2025, atau tumbuh sekitar 8,85 persen.
Disisi lain, angka kemiskinan pun berhasil ditekan dari 12,57 persen pada Tahun 2024 menjadi 12,05 persen pada Tahun 2025.
Dalam bidang kesehatan, angka stunting Kabupaten Lampung Selatan pada Tahun 2024 tercatat sebesar 10,4 persen, jauh di bawah rata-rata Provinsi Lampung yang sebesar 15,9 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 72,15 menjadi 73,10, atau naik 0,95 poin, yang merupakan peningkatan tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Di sektor investasi, realisasi investasi mencapai Rp. 3,04 Triliun pada Tahun 2025, meningkat 12,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kemajuan ini kita perkuat melalui pembangunan infrastruktur daerah, diantaranya pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 270,9 Kilometer, yang terdiri dari 109,25 Km jalan kabupaten, 24,96 Km jalan desa, dan 137,29 Km pemeliharaan jalan. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan Lampung Selatan ke depan,” ungkapnya.
Selain itu, Egi mengingatkan, di era transformasi digital seperti saat ini kecepatan, efisiensi, dan keamanan dalam pelayanan publik merupakan sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) merupakan langkah strategis yang harus kita tempuh untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih akuntabel, transparan, dan terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan publik
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga sudah mendorong digitalisasi pajak dan retribusi daerah untuk kemudahan seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah terutama untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” tandasnya. (Lex)





